Skip to content →

Congraduation, Intan ssi!

Akhirnyaaa selesai juga studiku di kampus biru, meskipun tergolong ‘sedikit’ lama dan terlambat dibanding teman-teman seangkatanku tapi aku patut mengapresiasi diriku sendiri yang bisa menyelesaikan studiku setelah menempuh 5 semester (well, formally its 6 semester). Yeayyy selamat yah!

Hard work, discipline and focus!

Idealnya sih seperti itu kalau mau sukses, tapi ada kalanya (eh banyak juga sih) saat-saat aku tenggelam dalam kemalasan (*ngedrakor aslinya) berhari-hari hidup ibarat zombie mantengin Jung Yonghwa atau Lee Jong Suk di serial drama mereka. Asliiii aku kena jerat cinta yang penuh tipu muslihat si drakor, yang pada mulanya selalu diperbincangkan oleh Mb Erry. Wkkk sorry mbaa ga maksud blame on you. But I think drakor cuma jadi one of many alasan aja untuk keterlambatan studiku. Alasan lain yaa malas, ga focus dan tidak disiplin! Bayangin yah, habis ngantor harusnya aku bisa mampir ke perpus untuk baca-baca, atau kalau ga habis ngantor tidur siang bentar trus urusin rumah, masak and beberes, tidur bentar habis tu malam harinya bisa belajar mpe pagi.

Tapiii…tapii…

Karena aku tidak push myself hard, ga keras pada diri sendiri, akhirnyaa yaa mikirnya “ah besok aja ah ngerjainnya, ntar aja ahh” — Dan aku tersadar kalau kuteruskan kebiasaan jelekku ini, aku bakalan jadi orang gagal. Di dunia ini ga ada orang yang ga bisa sukses, yang ada cuma orang malas *tunjuk hidung sendiri.

Saatnya berubah!

Akhirnya bulan Desember- Februari aku memutuskan untuk berubah! Say goodbye sementara untuk semua kesenangan duniawi, tsahhh! Dan memutuskan diriku untuk masuk ke kawah candradimuka. Hupp!! Pokoknya aku harus keras pada diriku sendiri! target 2 bulan untuk menyelesaikan thesis, yeah  hajarrrr!

Aku baru tersadar bahwa proses kerja keras untuk bisa sukses tidak bisa seperti Bandung Bondowoso, menyelesaikan 1000 candi hanya pada satu malam. Tapi harus melalui proses penggemblengan mental yang cukup keras dan lama prosesnya. Harus tahan banting untuk bisa melalui aral rintangan itu. Jadilah selama dua bulan itu rasanya kaki di kepala, kepala di kaki, pokoke jungkir balik dah!

Siang dan malam sudah tak lagi kupedulikan, makan sekedar isi perut. Tidur pun hanya sebatas meluruskan kaki dan badan sejam dua jam, setelah itu bangun dan menulis lagi. To the max banget lah pokoknya, jangan ditanya urusan rumah ya. Rumah dah kayak kandang, barang-barang berserakan, cucian baju dan piring menggunung. Hingga akhirnya aku minta si mbak yang ngasuh anakku untuk bantu bersih-bersih rumah juga. Urusan masak, tinggal cetek rice cooker dan beli sayur lauk di warung sebelah. Hahahaa beress kann! Untuk pekerjaan kantor, Alhamdulillah aku diberi ijin dan kelonggaran selama dua bulan oleh atasan dan rekan kerja. Lovee yaaa all my officemate!

the Battle!

9 Februari 2015 pukul 13.20

Hapeku berdering, kulihat ada nomor asing meneleponku. Siapa sih pikirku, hampir aja aku reject telponnya. Pas kuangkat, “Assalamualaikum, ini dengan mbak Intan ya?” suara laki-laki di seberang sana, “Iya pak, gimana ya pak” jawabku. “Sudah tau kan kalau jadwal sidang saudara besok pagi jam 8? saya sms gagal terus, silahkan diambil ya suratnya di akademik siang ini” ujar si bapak santai. Ibarat keselek biji durian di siang bolong aku pun langsung panik jaya “hahh besok ini pak??jam 8??kok saya baru tau pak? Biasanya jauh-jauh hari kan diumuminnya?gimana nih pak????” Aku pun bergegas mengemasi barang-barangku sambil shock dan gemetaran. OMG Gua sidang besokk??? Pengen kabur dan menghilang rasanya. Huaaaa

10 Februari 2015 pukul 07.00

Bismillah…lancarkanlah hari ini ya Allah, aku pasti bisa melaluinya! Semangat! Satu jam sebelum sidang, aku sudah siap di ruangan mengenakan setelan hitam putih yang sudah kupersiapkan jauh-jauh hari, malah duluan belanja baju daripada nyiapin power pointnya. Wkk! Dasar kostum oriented! Well, daripada bengong nungguin para penguji, aku melakukan ritual wajib dulu, selfie dan ke toilet! Haha, suer deh demam panggungku kumat lagi saking groginya. Setengah jam kemudian, Prof Pomo sudah sampai di ruangan sidang, lima belas menit kemudian datanglah Prof Bondan, eh Prof Putu maksudku, hihi. Salut dengan beliau-beliau, selalu datang in time! Gilee disiplinnya keren abiss! Jam tujuh pas pembimbingku, pak Han dan juga bapak penguji satunya, pak tatang, sudah siap membantaiku di kursi panas inih! Rawwwwwrrrrrhhh…!

suasana ruang sidang
suasana ruang sidang
Selfie itu wajib untuk menambah percaya diri!yeahhh
Selfie itu wajib untuk menambah percaya diri!yeahhh

“Kamu tau ga arti namamu ini, intan rawit?’ tanya prof Putu sembari membuka thesisku

“Errr, iya pak soalnya pas saya lahir, kakek saya sedang panen cabe rawit dan pas lagi mahal-mahalnya, jadi saya dikasih nama rawit” jawabku.

“Salah! Ndak tau bahasa Jawa kamu ya, rawit itu asalnya dari karawitan yang artinya keindahan. Jadi arti namamu itu intan yang indah. Gitu” Ujar prof Putu yang asli Bali tulen ini, tapi sangat paham dengan bahasa Jawa melebihi orang Jawa tulen kayak yang nulis ini. Duh!

Akhirnyaaa, aku dipersilahkan untuk memaparkan presentasiku selama 10 menit. Dan setelah itu baru sesi diskusi oleh para penguji. OMG! Untung banget power poin sudah aku siapkan sehari setelah mendaftar sidang, jadi lumayan well prepare, ga dikerjakan di last minute *tumben.

Fiuhhh, tiga jam yang sangat mendebarkan ini akhirnya berhasil kulalui, ibarat orang terjun payung pake parasut, akhirnya aku berhasil mendarat juga di bumi, setelah sempat nyangkut-nyangkut di pohon, kepleset, terjatuh jungkir balik, akhirnyaaa! Alhamdulillah…sujud syukurr kepada Allah SWT yang telah memberiku kekuatan, I made it! Yeaaahh.

Congraduation!

Telah memenuhi persyaratan dan mempertahankan tesis di hadapan Dewan Penguji dalam Program Studi Ilmu Linguistik di Fakultas Ilmu Budaya

Intan Rawit Sapanti

Sehingga kepadanya diberikan gelar Master of Arts (M.A) beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Diberikan di Yogyakarta pada tanggal 23 April 205.

Alhamdulillah, akhirnya hari yang kunantikan datang juga, hari di saat aku punya kesempatan untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Terimakasih Pae dan Bue! tanpamu aku takkan bisa terbang setinggi ini, maafkan anakmu ini belum bisa membalas semua jasa-jasa kalian. Love youuu pae dan bue! Semoga Allah membalas semua budi baik kalian, melimpahkan kesehatan dan keberkahan. Amiiin YRA.

Hari yang lumayan ribet dan riweh, jam 4 pagi harus sudah mandi, sarapan dan siap-siap untuk make up artis.  Awalnya sih aku ga mau makeup untuk wisuda, mau sederhana pake baju item putih jilbab putih no make up, tapi tapiiii adekku tercinta dan tersayang prospek aku pokoknya harus tampil spesial di hari yang istimewa ini, jangan biasa-biasa aja. akhirnya dia promosiin temen kuliahnya yang bisa make up, dan pas kulihat galeri di IGnya hmm boleh juga. Dan hasilnya OKE banget! Halus, ga luntur sampe sore dannn tentu saja aku jadi tambah cantik, huaaahahaha! Makasih banyak yaaa dek Prima!

Tsahhh kayak bukan aku yahh??hihi
Tsahhh kayak bukan aku yahh??hihi

Prosesi Wisuda di Graha Sabha Pramana dimulai pukul 08.00, tapi kami para wisudawan sudah standby dari jam 6 pagi. Gileee pokoknyaa, cuma sempet sarapan tahu secuil sama nyamber botol air minum buat bekal di dalam nanti. Dan bener aj feelingku, kita ga dikasih snack dan air putih bok! Dikasihnya di akhir acara, untung udah bawa sendiri.

Yang lulus periode ini cuma tiga bidadari tjantik ini :P
Yang lulus periode ini cuma tiga bidadari tjantik ini 😛

Inilah nasib kalau wisuda agak terlambat, teman-teman kelas dah banyak yang lulus duluan di dua periode sebelumnya. Akhirnyaa cuma kami bertiga, saya, kak Sulis (sang ketua kelas) dan ada Ari Ketjil dan imut. Yaaah masih bersyukur yes daripada sendirian wisudanya, ga enak bangettt pastinya yaa! Celingak-celinguk sendiri ga ada teman ngobrol. Selamat yaaa kak Sulis dan Ari, sukses buat semuanyaa!

Barisan wisudawan
Barisan wisudawan

Setelah bete menunggu hampir sejam lebih, akhirnya sekitar pukul tujuh lebih kami semua diminta untuk berbaris dan maju menuju gedung GSP. Banyak bangett oeyy yang diwisuda kali ini sekitar 1500 orang untuk pascasarjana (S2 dan S3), wuowwww Daebak!

20150423074115
Prosesi wisuda

Sukak deh sama konsep wisudanya, ga ada pidato atau kuliah umum yang bertele-tele, ga banyak yang pidato dan langsung ke acara inti. Akhirnya untuk pertama kalinya, aku dengar langsung pidato ibu Rektor Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D yang tersohor itu. Beuuuh, semacam bangga gitu bisa duduk disini bersama ribuan kaum intelektual Gadjah Mada, memakai toga dan mendengar pidato bu Dwikorita! Setelah selesai berpidato, langsung mulai dipanggil satu persatu wisudawan & wisudawati berdasarkan jurusan & fakultas masing-masing.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnyaa sampai juga giliran fakultasku! Kami semua berdiri dan mulai berjalan sesuai urutan masing-masing. Deg-degan?Bangettt! Kalau dengar detak jantungku mungkin bisa ngalahin anak-anak lagi maen drumband, hehe. Berkali-kali kuhirup napas panjang sambil maju selangkah demi selangkah. Kuedarkan pandanganku mencari pae dan bue, *tanpa kaca mata bok! Hadehh akhirnya dengan susah payah dan hanya mengandalkan radar kasih sayang, kutemukan sosok ibuku duduk di pojokan lantai dua. Pengen banget tereeak, bueeee!! Haha norak banget sih gue, aku cuma bisa lambaikan tanganku, berharap bue bisa lihat aku. Tapiii kok kalem aja yak ibuku, haha, maafkan anakmu yang norak and ndeso ini buk.

Intan Rawit Sapanti

yeayyy! Akhirnyaaa namaku dipanggil juga! Bapak Ibukku dengar ga ya?? Aku pun maju perlahan sambil gemeteran dan menerima ijazahku yang diserahkan oleh ibu Wening sebagai wakil dekan FIB. “Selamat ya mba” kata bu Wening sambil tersenyum. Terima kasih bu Wening, terima kasih FIB, terima kasih UGM! Semoga saya bisa jadi alumni yang membanggakan.

terima kasih Pae & Bue!
terima kasih Pae & Bue!

Sekitar pukul 11 siang prosesi wisuda di GSP telah usai, setelah itu masih ada lagi syukuran di fakultas jam 12.30. Kami bertiga langsung cuz menuju fakultas yang jaraknya lumayan dekat dari GSB.

bertemu tengils
bertemu tengils

Tengils? Apaan tuh, haha itu adalah panggilan untuk teman kelas, akronim dari TemanLinguistik. Lucu kaan..hehe..dari kiri kanan ada Bandi Jojo si raja pantun, lalu Jannah, Imah pemilik suara emas, lalu Teguh. Mereka semua selalu ada dan tak bosan memberikan dukungan buat teman-temannya yang belum lulus, hihi ayooo semangat mami Ima, kamu pasti bisa!

Akhirnya nongol juga si Bapak!
Akhirnya nongol juga si Bapak!

Eaaa, akhirnya si Bapak nongol juga walau ga bisa nemenin lama karena masih banyak pekerjaan yang ga bisa ditinggal. Makasih banyaaaak sayanggg, sudah support aku dari awal sampai akhir. Mulai dari awal daftar beasiswa, dia juga yang kasih tau, selalu ngingetin syarat ini itu, udah dikumpul belum, ngingetin tugas-tugas kuliah, sampai ngerjain thesis yang mana kalau ga disindir-sindir aku pasti masih malas-malasan ngerjainnya. Hahaa, pokoknyaaa U’re the best lahhh walau nyinyir tingkat dewa, tapiii itu semua demi kebaikanku. Muuachhh! Love youu to the moon and back  Bapak!

ga jadi foto studio, foto di GSP jadi juga lahh
ga jadi foto studio, foto di GSP jadi juga lahh
My big family
My big family
Love ya my officemate!
Love ya my officemate!

The last but not least, aku berterima kasih yang sedalam-dalamnya kepada rekan kerjaku satu kantor, Mb Alif, Ecy, Dwi, Mas Danang, Hani, Nurun, Ina, Beti dan juga ibu kepala kantor Ibu Ida. Terima kasih atas dukungan dan doanya untuk saya, sehingga akhirnya bisa selesai juga. Ga tau harus balas kebaikan kalian dengan apa…hikss…speechless…

Makasihhh teman-temanku sayangg
Makasihhh teman-temanku sayangg

Selain teman-teman kantor, ada juga teman seperjuangan dulu pas jaman s1. Kita punya geng namanya ‘SEVENERS’ kenapa “Seveners” karena anggotanya tujuh orang. Dari tujuh orang, yang menetap di Jogja cuma kami bertiga, Aan si jago ngocol, Acin sarjana hukum naek sepeda (dia kuliah dobel soalnya) wkkk. Makasih yaa mbul dan masbroh dah jauh-jauh dibelain datang dari Mbantul City ke kota. Semoga persahabatan kita abadi tak lekang dimakan waktu dan usia. Hidup Seveners! Haha…

P1130556
Thankyouu Brooo!

 

Alhamdulillah….

Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat, nusa bangsa dan agama. Amiiin Ya Allah…

Published in My thought

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*