Skip to content →

You Jump I Jump Moment di Telaga Warna, Dieng

 
 

Woooww stay calm bro

Ini cerita waktu kami ngetrip bareng di Dieng, Wonosobo bersama mahasiswa Darmasiswa 2013 (TiJe, Yashnar dan Shamila). Objek yang akan kami kunjungi rencananya yang disekitar Dieng saja, Kawah Sikidang, Candi Dieng, Telaga Warna dan Kalianget.

Sesampainya di kawasan Dieng, kami langsung menuju ke Kawah Sikidang dulu. yeppp cekidottt foto-fotonya yaaaa

ibu Ina, Dessy dan Shamila mila e e

Semuanya berjalan normal dan happy ya awalnya, semuanya jalan (literally jalan dengan normal) ga pethakilan, foto-foto dan seperti biasa ina nggombalin si Yashnar dengan rayuan maut supernya.

Mas Danang with Samila, ihirrr cuit2

Upsss, perkenalkan ini mas Tanang alias Rithik Rosan artis India yang sangaaattt populer di kalangan mahasiswa China. Ihirrrrr… semua mahasiswa memandang dia itu ganteng, berwibawa, baik hati dan tidak sombong *mendadakmual haha.

Its meeee with my sneakers

Tsaaaah, perkenalkan ini adalah ibu Indan alias intan yang punya kelainan, penyakit jiwa no 45 yaitu suka memfoto sikil dan sepatunya sendiri. Waras ga siih? Hahaha..

ANTI MAINSTREAM!

Bosan dengan pose kaku dan formal selama di kantor, inilah saatnya berekspresi! Bwahaaha..bermacam pose pun tercipta, pose jungkir balik, kaki di kepala, kepala di kaki, panjat pohon, lontjat-lontjat, pokoknya pose ajaib semua, ckckk kagak pada inget umur kalau udah kayak gini.

Mulaiiii action!

Nahhh, sewaktu menginjak ke obyek wisata berikutnya yaitu Telaga Warna, para personel geng rempong mulai menunjukkan keliaran dan keganasannya. Liat aja nih mas Danang, seneng banget kayaknya bisa bebas lepas jadinya kayak gini nih. 🙂

Theeenn, ga cuma mas Danang, Ina dan Tije mulai ikut-ikutan unjuk gigi. Sekali liat pohon langsung deh beraksi, yang mana aksi konyol mereka berujung kepada sebuah tragedi. Ouch!

DSC_0263

Ini adalah pohon pertama yang kami lewatin di Telaga Warna, langsuuung jadi sasaran aksi para personel geng rempong. Sampai-sampai si Uways takjub bin ajaib melihat tingkah para om dan tantenya ini. *Om-om tante-tante pada ngapain sik? sambil geleng-geleng kepala.

Sampailah kami di pohon kedua, dimana kelakuan geng rempong semakin menjadi

Kelakuaaan oh kelakuan ckckck

Andai pohon ini punya mulut dan bersuara pasti dia udah bilang ” woyyy, inget umur lu pade!”

You Jump I Jump Tijeee !!

Entah apa yang ada dalam pikiran di Tije dan Markina ini, mau bunuh diri apah?? Emang situ udah pada kawin? Istighfarr cuuy!

Allahu Akbarr..!!

Tijeeeee, you jump I jump! Jangan tinggalin akuuuhhh ” Teriak si Ina Markina

Inaaa, Are U OK??

Sraaaaaakkk….Bughhhh!

Loncat indah yang berakhir tragis! Beberapa detik setelah kakinya mendarat dengan posisi jongkok, tetiba ina tergelincir dan jatuh dengan posisi terduduk. Ini adalah penampakan beberapa menit setelah terjatuh. Kami semua masih belum ngeh dengan kondisi ina yang ternyata parah. Dia sama sekali tidak bergerak!

Daaan parahnya mas Danang masih bercanda, dia malah menghitung mundur layaknya petinju yang lagi KO.

“Satu … dua … tiga … empat … Ayo Na bangun!” Ujar mas Danang. Eh ini hitungannya sudah sampai sepuluh lebih kok ga ada reaksi? Malah jauh lebih parah, Ina terlihat sesak napas beberapa saat dan matanya masih terpejam.

Waduh gaswat darurat nih! Langsung kami manggil petugas SOS di kawasan telaga warna dan bermaksud membawa ina dengan tandu ke mobil. Tak berapa lama datanglah dua orang petugas keamanan dengan tergopoh-gopoh.

“Ada apa ini, mbak?” Tanya mereka dengan cemas

Setelah diterangkan dengan singkat oleh mas Danang, masnya langsung berinisiatif menanyakan siapa yang membawa botol air minum. Akhirnya kukeluarin botol tuppy yellow kesayanganku, kupikir mau diminumin ke ina ya, oke deh sok aja. Eeee tiba-tiba masnya mengambil bongkahan lumut dan kayu yang ada di pohon naas itu, terlihat mulutnya komat-kamit dan tak berapa lama dia meludah  di botolku. Cuih..cuh!

Ebuseeetttt!

”Ini mbak, tolong diminumin ke mbaknya!” desak si mas penjaga, mau ga mau percaya ga percaya ya sudah saya minumin aja itu air bercampur ludah ke markina.

Akhir yang naas

Tapii tetep aja air ludah sakti si mas-mas ga ngaruh apa-apa ke markina *yaIYALAH!

Soo, kita buru-buru bawa ina ke UGD di RSU Wonosobo. Alhamdulillah setelah dicek di UGD dokternya bilang ga serius, cuma butuh istirahat total, untuk perawatan bisa dilakukan di Jogja. Hadehh…syukurlah, sampai di Jogja langsung menuju ke Panti Rapih untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Katanya sih tulangnya nggeser dikiiit, bisa sembuh tapi harus istirahat dan minum obat. Meskipun bisa sembuh saat ini tapi ada kemungkinan nanti waktu tua bisa kumat kalau kecapekan atau angkat beban yang berat.

Usut punya usut..

Sepanjang jalan kami pun membahas tentang kejadian tadi, kok bisa ya kepleset. Kesimpulan kami ada beberapa hal, pertama sepatu Ina licin jadi ga bisa nahan beban tubuhnya, kedua karena lantainya lumutan dan bekas hujan jadi emang licin makanya kepleset, ketiga DIKERJAIN si PENUNGGU POHON! Wiiiii hororrr! Ternyata pas diinget-inget waktu itu sedang berkumandang adzan dzhur tapi kita malah ga tetap asyik foto-foto dan pethakilan. Yah, mungkin kami juga yang salah, Ya Allah ampuni dosa-dosa kami ya Allah!

*Moral of the story: Kalau ada adzan, dengerin dulu mbak/mas!

Tiga bulan kemudian….

Udah loncat 7 meter aja di Goa Pindul, ckckck

Ga Nyangka ni bocah kagak ada kapoknya, habis cedera kemarin ga bikin nyalinya ciut, malah NAMBAH! Yap, setelah sembuh dia langsung uji nyali lompat bebas lagi! No words lagi dah buat sahabat saya ini…

DAEBAAAAKK!

Ditunggu petualangan selanjutnyaa ya naa:) 🙂

 

Published in Indonesia Traveling

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*