Skip to content →

Serunya Jadi Dosen Tamu

Dulu sekali waktu saya kuliah S1, saya pernah diajar oleh beberapa dosen asing atau ‘native speaker’. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah ‘sepuh’. Kesan saya waktu itu ke mereka “WOW” Keren dan mantap kali ya jadi dosen asing itu.

Ga kebayang sama sekali setahun kemarin saya dapat kesempatan emas untuk menjadi seperti mereka, Yeyyy ternyata ga cuma bule aja yang bisa jadi native speaker! Ternyata orang Indonesia juga bisa! Yeahhh..hidup Indonesaahh…

Nah sekarang saya mau share pengalaman saya selama jadi native speaker di Guangxi University for Nationalities (GXUN) di Nanning, Guangxi, China. Kebanyakan sih pengalaman enak daripada ga enaknya, hehe, yuukks cekidot

 

Fasilitas

Waktu sebelum datang, saya ga punya ekspektasi apapun tentang tempat tinggal nanti disana bagaimana, dapat fasilitas apa, listrik dan airnya dikasih gratis ga, rumahnya bagus ga, dll. Sempat khawatir juga karena sampai hari keberangkatan saya belum dapat info yang pasti tentang akomodasi saya, yang jelas saya akan diberikan fasilitas akomodasi selama setahun dan gratis! Itu aja sih yang bikin saya ayem.

Nah, pas datang and liat gedungnya dari luar sempat bikin keder juga. Busetttt ini kok kayak apartemen di film-film vampir Cina jaman dulu yak! Wahaha, lebay banget mah saya. Dan ternyata ketakutan saya tidak beralasan, pas dibuka pintunya dan taraaaa…

Welcome home!

Bagus banget rumahnya, ada dua kamar, satu kamar mandi, kamar tamu, dapur dan juga tempat jemuran. Dan voilaa…semua perabotannya baru cing! Dari kulkas, mesin penghangat air, mesin cuci, kompor, lemari, meja dan kasur, semua masih ada segel barunya. Woooow…daebak! Saya jadi merasa spesial *Uhuk! Terpenting adalah saya mendapat jatah listrik, air dan internet gratis *Internetnya super duper kuenceng rek. Alhamdulillah, semuanya diluar ekspektasi saya kecuali satu hal; kasur.

Iyaaa KASUR alias alas tidur. Dilihat sepintas memang mirip springbed yah, tapiii waktu ditidurin alahmaak kerasnya bukan main kayak tidur diatas kayu yang dialasin kasur tipiiiis mungkin cuma 3-5 cm. Yah mau gimana kan adatnya orang China emang ga suka kasur yang empuk, sukanya yang keras *terbuat dari serbuk kayu dipadatkan karena katanya bagus untuk kesehatan. Okehh finee…hahaha

Oya jangan harap di hotel berbintang 3 juga kasurnya udah empuk yah, pernah pas ada acara dan nginep di hotel saya udah hepi berat dong yah bisa ketemu kasur empuk. Lepas sepatu taro barang-barang langsuuungg menerjang kasurnya kirain bisa menul-menul eeee tau-tau  makglodak! Onde mandee untung ga patah ni punggung, wkkk pas saya cek kasurnya ee jebule sama aja beda casing doang.

maafkeun fotonya burem, ini fotonya pakai hape lama yang kameranya kurang yahud. Wkkk tuh liat kan kasurnya kayak springbed yah, padahal itu dari serbuk kayu yang dipadatkan. Atosnya bukan main!Huh! *maap berantakan bahahah

Pelayanan

Untuk pelayanan lumayan bagus yah, semuanya diurusin dari visa sebelum kedatangan sampai untuk mengurus residence permitt. Mas yang di International Officenya ternyata ganteng, EHM! Padahal udah email-emailan bertahun-tahun sama dia lho, tak pikir udah bapak-bapak gituuu eee jebule kayak oppa-oppa korea bok! Masih muda kinyis-kinyis, manis, senyumnya cool bangett apalagi pas musim dingin pakai coat gituh…aaaak bikin klepek-klepek pokoknya. Saya kasih bocoran inisialnya pake D yak, itu nama internasionalnya dia sih. Hahaha, yang pernah ke GXUN pasti kenal 🙂

Suasana Kelas

Ini nih yang bikin kangen, suasana kelasnya khas banget. Iyaa masih pake papan tulis dan kapur. Papan tulisnya berwarna ijo dan instagrammable banget cuy! Sukaaak, kangen nulis pakai kapur lagi. Biarin lah orang bilang udah ketinggalan jaman yang penting asik dan unik! Selain itu ada podium untuk laoshi-nya, ada satu set komputer lengkap bersama audio-nya. So, kita ga perlu bawa laptop berat-berat tiap hari, tinggal copy aja materinya ke komputer atau dikirim via email

Eaaaa…ini murid-murid saya waktu saya minta mengerjakan soal latihan. Tuh..asik kan pakai kapur?

Papan tulis yang instagramable

Kegiatan Belajar Mengajar

Di sini semuanya; dosen dan mahasiswanya diwajibkan datang on time, dan pulang sesuai jadwal. Ga main-main setiap awal kelas akan ada petugas dari dewan fakultas yang datang memeriksa. Saya pikir petugas berseragam ya atau ayi-ayi yang datang, ternyataaaa dugaan saya salah sodara-sodara jadi petugas yang mengecek kehadiran dosen dan mahasiswa adalah mahasiswa, semacam Students Employment kali ya disini. Jadi dia dari luar jendela akan menghitung jumlah mahasiswa dan mengecek dosennya sudah datang belum, bahkan seringkali akan memfoto kondisi kelas. Jadi ga ada tuh ceritanya dosen mbolos, telat, gabungin kelas atau curang misal cuma ngasih tugas  trus tandatangan. Coba aja pasti ga sampai seminggu bakalan dipanggil dewan fakultas or wakil dekan! Bakalan ketauan soalnya, bahkan kemarin saya sempat bawa uways ke kelas juga ketauan. Padahal uwaysnya anteng di belakang ga ribut tapi tetap tidak diperbolehkan. Hehehe intinya saya dihitung melanggar peraturan juga dan pernah dipanggil wakil dekan. Hmm pengalaman yang kurang mengenakkan sebenarnya, haha tapi saya akui saya emang salah.

Oya di pergantian kuliah tiap satu jamnya akan ada istirahat 10 menit. Waktu ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk bersitirahat sejenak, menghirup udara keluar, atau sekedar ngobrol dengan teman dan dosen juga punya waktu untuk mengoreksi tugas mahasiswa.

Murid-muridnya kece abis!

kelas Yingyin 2014

Well, kemarin saya ditugasi untuk mengajar tiga kelas yang berbeda, yang dua kelas sama jurusannya yaitu jurusan bahasa Indonesia murni tapi berbeda angkatan, dan yang satu adalah kelas bahasa Indonesia untuk jurusan perdagangan internasional. Ada 6 mata kuliah yang saya ampu seperti; membaca, menulis, menyimak, berbicara, bahasa Indonesia untuk bisnis, sejarah dan budaya Indonesia totalnya adalah 16 sks untuk satu minggu. Hari bekerja hanya Senin sampai Jumat saja, itupun hari Kamis saya tidak ada jadwal, jadi lumayan bisa leyeh-leyeh mempersiapkan kuliah hari Jumat dan memikirkan rencana untuk weekend hari Sabtu dan Minggu. Hohoho!

kelas yingyin 2015

So far murid-murid di kelas Yingyin oke semua yaa, aktif, rajin dan menyenangkan. Kondisi kelas sangat kondusif karena semua murid memperhatikan dengan baik, tak malu untuk mengungkapkan pendapat dan ide-idenya. Sedangkan di kelas Guoyin agak sedikit pasif dan bahasa Indonesianya sangat terbatas ya karena kurang antusias. Gemes lah pokoknya kalau ngajar kelas ini, murid-murid sukanya mainan hape *main game online bok! , ngobrol sama temannya dan kalau ditanya ga NGERTI samsek! Hadeeeh, bablasss aja ga ada yang nyantol satu pun. Tobatt banget kalau ngajar kelas Guoyin inihh..

Pemandangannya aduhaaii indahnyaaa…

Danau asmara

Ini adalah salah satu spot yang terletak di tengah-tengah kampus GXUN, ada danau yang membelah jantung kampus menjadi dua bagian. Danau xiangsihu atau danau asmara namanya, jangan tanya berapa banyak orang yang pacaran di sini karena rimbun dan teduhnya. Wkaakak…eh seriuuus mereka kalau pacaran ganas euuy padahal di tempat terbuka gitu yak, orang lewat di depan mereka pun tetap ga bergeming gituu teteup aja *iiih geli bayanginnya hahaha

Walaupun banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya, tapi danau ini menjadi saksi bisu para pegiat ilmu dan mahasiswa yang tekunbelajar lho! Coba datanglah pagi-pagi pada pukul 7 atau sore hari lewat pukul 4 atau lima sore, pasti banyak mahasiswa yang berlatih membaca keras-keras, berlatih bernyanyi, berlatih alat musik, atau sekedar membaca di pinggir-pinggir danau. Banyak meja dan kursi di sana jadi bisa digunakan untuk belajar dengan nyaman.

Mungkin sementara itu sih pengalaman seru saya selama menjadi dosen tamu di kampus GXUN atau biasa disebut kampus Minda di Nanning, Guangxi, China. Selain pengalaman berharga di atas, saya juga benar-benar belajar menjadi guru yang profesional namun tetap bisa dekat dengan para mahasiswa.

Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi ke kampus hijau yang indah ini, terima kasih telah menerima dan menyambutku dengan baik. Sampai jumpa, ZAI JIAN!

 

 

Published in BIPA China life as lecturer

One Comment

  1. Yenni Yenni

    wuuuiiiih…. keren parah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*