Skip to content →

Aku Gelisah Maka Aku Ada

Setiap hari, setiap saat, setiap detik kita pasti punya kegelisahan yang menyelimuti sanubari dan hati kita. Kita gelisah karena pekerjaan yang tak kunjung usai, gelisah karena tak punya uang, gelisah karena anak rewel tak henti-henti, gelisah karena target cita-cita yang belum dapat diraih, dan sebagainya, jika diteruskan daftar ini dapat menjadi ratusan bahkan ribuan.

Jadi, apa kegelisahanmu hari ini?

Kegelisahanku hari ini cukup menggelisahkan bagiku. Pagi ini aku berangkat ke kampus cukup pagi pada pukul 7.30 dan mulai mengambil nilai ujian mata kuliah speaking 2 untuk kelas C dan E. Ujian yang cukup menguras energiku karena aku harus mendengarkan dan mewawancarai mahasiswa satu persatu. Sebenarnya menyenangkan mendengarkan kisah-kisah mereka, kadang aku tertawa mendengar kekonyolan tingkah mereka, kadang aku juga mengernyitkan dahi karena tak bisa kupahami jalan pikiran mereka, dan kadang aku juga ikut bersimpati dengan ketidakberuntungan yang mereka alami.

Jadi apa sebenarnya kegelisahanku pagi ini?

Pagi hari sampai menjelang siang masih bisa kunikmati walau tenggorokan sudah mulai kering dan badan menjadi pegal karena terlalu lama duduk mewawancarai para mahasiswa. Aku sangat menikmati peranku sebagai dosen untuk mata kuliah berbicara bahasa Inggris, karena bagiku saat ujian adalah seperti sesi curhat para mahasiswa kepadaku. Ya, mereka bisa bercerita apa saja tentang diri mereka *sesuai tema ujian tentunya ya, dan aku harus belajar menjadi pendengar yang baik. Aku banyak mendengar kisah yang bagus dari mereka, mungkin bisa aku tulis di postingan khusus ya.

Setelah kelas selesai, kegelisahan pun datang menghampiriku. Sekembalinya aku ke ruangan kantor di lantai 1. Kulihat ibu Kaprodi sudah menungguku untuk mengerjakan buku kurikulum terbaru program studi sastra Indonesia bersama-sama. Sebenarnya bukan masalah bagiku karena itu sudah tugasku. Tapi, aku tidak bisa bekerja dalam ketidakjelasan dan ketidakteraturan. Ah, sudahlah tak akan kuteruskan kegelisahanku ini takutnya akan membocorkan rahasia perusahan. Haha,  selow saja lah. Akan kukerjakan sebisaku saja.

Dan kegelisahanku yang utama dan terutama adalah aku sudah menunggak dua tulisan untuk mentorku. Well, sebulan ini aku bergabung dalam sebuah kelas menulis online yaitu MMO (Mentoring Menulis Online) yang dibimbing oleh coach yang super produktif yaitu @Briliagung. Kami diminta untuk setor tulisan sebanyak empat halaman setiap hari. Iya setiap hari 4 halaman dengan deadline setiap harinya pukul 11.59. Dan masalahnya aku kehabisan ide, mentok tidak tahu bagaimana mengembangkan tulisanku. Duh, bagaimana ini? Aku rasa semakin banyak aku menulis semakin kurasa tulisanku itu tak jelas arahnya kemana, tidak penting untuk dibaca, dan kesannya seperti catatan pribadiku. Hmm…

Aku semakin gelisah, kalau aku tidak mengirimkan kemarin maka hari ini aku harus mengirimkan dua buah tulisan yang belum aku tulis satu patah kata pun. Aduh, waktu terus berjalan dan aku tidak bisa berfikir jernih apa yang harus aku tulis untuk bagian berikutnya? Alih-alih coba menulis, aku malah membuka blogku ini dan menulis random seperti ini.

Oh, gelisah, tolonglah aku berilah aku percikan ide..

Atau mungkin ada yang mau menolongku?

Oke baiklah, aku akan kembali pada naskahku dan mencoba menulis.

 

Selamat berjuang!

 

 

Published in Uncategorized

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*