Skip to content →

Dibalik Ujian Speaking

Conversation is like reading a book. You can turn to every page you want, you can flip to your favorite chapter, you can read as long as you want, and trust me Every person is a really good book!

So, What you’ll gonna do in this big world called a library? Just walk around and only look the book title? Or are you gonna actually reach for book, open a page and start reading a story?

You decide.

Malavika Varadan, Dubai

Engaging Convo

Sepakat dengan penggalan pidato mba Malavika Varadan di atas yang topiknya adalah ‘7 Ways to Communicate with Stranger. Setiap orang adalah buku yang baik, setiap mereka pasti punya kisah-kisah yang sangat menarik di setiap chapter atau episode hidup mereka.

Nah, beruntung bagi saya semester ini diberi kepercayaan untuk mengampu 4 kelas untuk mata kuliah berbicara yaitu kelas C, D, E dan F di program studi sastra Inggris. It means I will have a lot of conversation with my students! Yeay!

Senang banget pastinya, Banyak suka duka selama mengajar mata kuliah ini, sebenarnya banyak senangnya sih, hehe. Mahasiswa yang saya ajar juga rata-rata vokal dan cerewet jadi kelasnya selalu rame riuh riang gembira gitu. Iyalah isinya cuma ngomong dan ngobrol walau pernah juga ada tugas menulis storytelling.

Nah, sekarang saya ingin berbagi tentang kisah-kisah yang saya dapat selama ‘mendengarkan’ kisah-kisah mahasiswa baik selama di kelas maupun pada waktu ujian karena ujiannya adalah interview langsung sama saya. Terus kalau boleh dikelompokkan, maka pembagiannya kira-kira seperti ini: Ada kisah kocak, aneh, kisah sedih, horor, ada juga yang inspiratif

  • Kisah Kocak

Waktu itu pertanyaannya adalah : Do you like walking? Why or Why not

Jawabannya asli bikin saya ngakak on the spot. Dia bilang Yes, I like walking karena bisa untuk stress release dan hirup udara segar. Trus saya tanya biasanya jalan-jalan sama siapa? Berapa kali seminggu dan di mana biasanya jalan-jalan? Dia jawab “Sendirian miss, biasanya sih malam-malam di sekitaran kos aja miss, keliling kompleks gitu.” Spontan saya komen, apa ga takut dikira maling? Wkkkk

Trus saya tanya lagi kok malam-malam kenapa ga pagi kan udaranya masih sehat? “Ga suka matahari miss, ga suka dilihat oranglagian ga punya sepatu jogging”. Well olrite, karepmu wis. Next question adalah, Any other exercise do you enjoy? Dia jawab “Ada miss, lari-lari di tempat!” Whatss?? Hahaha, iya soalnya ga butuh sepatu, ga butuh keluar kamar kos dan ga perlu ketemu orang juga katanya.  Hmm make sense sih, ide bagus  buat yang malas olahraga *tunjukjari.Haha

  • Kisah “Unik”

Nah mahasiswa yang satu ini juga punya kebiasaan yang unik menurut saya. Dia mengaku kalau dia adalah nocturnal person. Wah menarik untuk digali lebih lanjut. Apa yang kamu lakukan biasanya? Lha secara orang normal akan tertidur pulas sampai pagi, tapi dia melek gitu. Dia jawab ya malam hari saatnya berkarya bu, ya nugas, nulis, bikin video-video, pokoknya ngerjain sesuatu lah soalnya pas malam ide cemerlang pada bermunculan. Wow. Keren.

Next question  gimana kalau ada kuliah pagi jam 7? Apa ga kebablasan tuh misal tidurnya habis subuh? Jawabannya ya ga tidur dulu kalau kuliah pagi, habis selesai kuliah baru balik kos dan tidur. Begitu seterusnya jadi misal ada tiga kuliah di hari itu dan ada jeda maka waktu jedanya akan dimanfaatkan untuk bobo ciang.

Lah, ntar kalau udah berkeluarga trus gimana tuh? Hahaha dia mesam mesem aja sepertinya bingung mau jawab apa, ya pastinya akan berusaha berubah jadi orang normal, Bu.

Ada juga cerita unik lain, waktu ada pertanyaan “Tell me about your bestfriend” Nah dia jawab kalau dia punya imaginary friend yang bisa dia panggil kapan saja kalau butuh teman ngobrol. Misal pas mau tidur atau pas lagi butuh teman curhat. Teman yang diciptakan sendiri sama pikirannya gitu. Awal dengar sih agak shock ya, tapi kemudian saya maklumin karena ni anak berbakat banget menulis. Waktu saya kasih tugas untuk menulis cerita dari kepingan gambar dia bisa buat cerita sampai 7 halaman! Padahal yang lain cuma satu sampai dua halaman dan ceritanyaaaa beuuuhh jangan ditanya keren banget! Plot dan alur ceritanya kompleks, tokoh dan penokohannya bagus, speaker atribution dalam setiap dialog-dialognya juga oke punya. Istimewa lagi karena ditulis pakai bahasa tulis. Sekarang saya paham kenapa dia bisa kreatif banget, ya itu tadi imajinasinya tinggi. Alhamdulillah bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.

  • Kisah Ekstrem

Giliran mahasiswi ini dapat undian pertanyaan tentang “Is there any common hobby in your culture?” Mancing bu! Jawabnya mantab. Gilee cewe tapi suka mancing mantap juga. Mancingnya di mana nih kalau di Jambi? Ya di sungai atau di rawa-rawa gitu. Serius? Saya tanya ke dia soalnya tadiada yang cerita juga  kalau banyak orang di Jambi disambar sama buaya pas lagi mancing, ga takut? Nah, justru itu sensasinya, Bu! Wedyaaan…

Lain lagi sama mahasiswaku yang paling gahol sedunia dan masih memendam cita-citanya jadi pilot. Well doi asalnya dari Bengkulu. Lagi-lagi dapat pertanyaan tentang hobi. Dia jawab suka olahraga ekstrim, misalnya olahraga parkour. Wait. Parkuur? Makanan apaan tuh? Baru dengar rasanya. Ya gitu bu, semacam loncat-loncat pakai halangan. Bisa lompat tembok tinggi, palang, or bisa juga antar gedung. Wih gile kayak Ji Chang Wook di drama Healer dong, lompat-lompat genteng orang, komenku. Naah iya bener banget itu bu. Saya ikut komunitasnya di Bengkulu bu.

Trus itu kamu ngapain nyelipin adegan lagi loncat freestyle di tugas videomu yang kemarin? tanyaku lagi penasaran. “Hahaha Iya bu, saya juga suka main trampolin”. Dia juga cerita kalau di Jogja ada komunitasnya bisa latihan bareng di J-Walk Trampolin Park juga. Etdah, keren beuut besok ajarin anakku yah!

Lain lagi hobinya si mahasiswa putri yang item manis ini, sempat kaget plus heran waktu dia jawab hobinya jalan-jalan di pasar hewan. Hah? Ga salah dengar? Iyaaaa pasar hewaaaan! Wah, biasanya ciwi-ciwi gaul masa kinikan jalan-jalannya di mall ya eh dia ga suka malah suka nongkrongin pasar hewan. Wkkk

  • Kisah Sedih

Saya baru tau kalau ternyata latar belakang keluarga masing-masing mahasiswa itu berbeda-beda. Saya mikirnya ah pasti semua berasal dari keluarga baik-baik dan normal makanya saya ada satu pertanyaan tentang keluarga.

Kapan terakhir kali kamu bicara dengan ayahmu?

Seketika saya langsung merasa menyesal menanyakan hal ini ke mahasiswa satu ini. Karena dia menjawab dengan sedikit berat hati bahwa sudah lama sekali dia tidak berkomunikasi dengan Ayahnya. Orang tua mereka sudah bercerai sejak dia masih duduk di bangku SMP. Mau tidak mau dia harus ikut banting tulang membantu ibunya sebagai tulang punggung keluarga dengan beberapa anak. Hmmm sabar ya, life must go on!

 

  • Kisah Inspiratif

Waiki yang ditunggu-tunggu. Ternyata saya justru mendapat kisah inspiratif ini dari mahasiswa yang kelihatannya ‘biasa-biasa’ saja baik penampilan maupun kemampuan akademiknya.

Kisah pertama datang dari seorang mahasiswa yang cukup bersemangat walau kemampuan verbalnya masih dibawah rata-rata. Waktu itu dia dapat pertanyaan tentang penggunaan internet. Do you often use internet? What kind of activity that you like to do on the internet? Nah jawabannya ni unik berbeda dari yang lain yang menggunakan internet untuk bersosial media dan hiburan. Dia menggunakan internet untuk berbisnis. Iyes, bisnis apa aja katanya. Misal ada yang butuh spare part kendaraan, handphone, atau barang lain maka dia akan mencoba mencarikan barangnya di Jawa (Dia asalnya dari Kalimantan) lalu dikirim ke kampung halamannya dengan harga yang tentunya sudah dinaikkan 100 persen untuk keuntungannya. Gileee…dia juga banyak gabung sama komunitas bisnis and guess what? Hapenya samsung note galaxy 8! Seriously? Haha, he bought it with his own money!

Ide bisnis juga datang dari mahasiswa lain, rambutnya gondrong, duduknya selalu di belakang tapi bahasa Inggrisnya bagus. Jadi awalnya  dia buat komunitas belajar speaking di Line yang isinya hanya beberapa orang teman-temannya. Lama-lama terus berkembang jadi banyak membernya, ya dibuatlah serius sama ni anak. Dibikin jadi semacam klub bahasa Inggris gitu, ada membership fee-nya juga yang harus dibayar tiap bulan. Idenya simple jadi tiap minggu dibuat semacam gathering yang agendanya diskusi dalam bahasa Inggris di cafe-cafe gitu, bisa juga kunjungan ke tempat-tempat tertentu. Sekarang lumayan juga selain punya komunitas, bisa menghasilkan uang juga. Keren yaaa kenapa juga ku ga kepikiran pas jaman kuliah dulu? Hahaha…

Ada satu mahasiswa lagi nih yang patut diacungi jempol untuk semangatnya, rumahnya di Turi, Sleman. Dia harus nglaju dari rumah ke kampus yang jaraknya lumayan jauuh bok! Jadi kalau kuliah jam 7 dia udah berangkat jam 5.30. OMO! Rajin banget kan. Trus dia juga bantuin ayah ibunya ngurusin kebun salak, plus bantuin jual juga lewat internet. Ga cukup sampai situ dia juga ngejob GoJek kalau pas lagi ga ada jam kuliah. Mantap ya?? Pas kutanya emang duit dari GoJek sama bisnisnya mau buat beli apa? *Yaelah emangnya gw. Nah jawabannya bikin meleleh setiap orang tua pastinya nih “Saya mau bantuin orang tua bayar uang kuliah, Bu.” Jawabnya mantap, pokoknya dia berusaha tiap semester bisa bayar 50% uang kuliah. Wahhh…semangat yaaa! Semoga bisa jadi inspirasi yang lain.

Well, kayaknya postingan ini udah kepanjangan, hihi *lama banget ngedraftnya. Tapi puas banget bisa menuliskan kisah-kisah yang luar biasa ini untuk kenang-kenangan di blog ini.

Keep your spirit guys!

FIGHTIING!!

 

Published in Uncategorized

4 Comments

  1. Keep your spirit guys!..Oke kak..Semangat baru setelah baca catatan kakak ini..Thank’s kak..

    • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

      Sama2 silviee..fighting!

  2. Hahahaa.. Ngakak2 mbak.. Aplg yg suka mancing, ke pasar hewan & hp nya gokil samsung galaxy 8 booo.. Keren2 ya mereka.. Tnyata yg lebih muda blm tentu lebih sedikit dlm menginspirasi.. Nice sharing mbak.. 😊

    • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

      Iyooo ternyata banyak anak muda yang menginspirasi yang tua hahaha, mantap lah kl semua mahasiswa bisa kreatif, unik dan independen gt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*