Skip to content →

Manusia Setengah Dewa

 

Sebagai seorang makhluk sosial, manusia pasti tak akan pernah luput untuk bersosialisasi dengan manusia lain baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan tempat kita bekerja. Setiap hari kita akan berhadapan dengan banyak orang dengan beragam kepribadian di tempat kerja. Suasanya kerja di kantor mungkin akan terasa enak dan nyaman ketika kepribadian rekan kerja maupun atasan semuanya menyenangkan dan cocok dengan kita. Namun apa jadinya bila ada salah satu orang yang memiliki kepribadian “Manusia Setengah Dewa” ini? THE END pokoke lah.

Emange ono neng dunia pendidikan? Neng kampus? Yo AKEH!wkkk

Memangnya orang  seperti sih apa yang bisa dikatakan “Manusia Setengah Dewa” itu? *ini istilahe aku sendiri yang buat yow 🙂  Orang ini biasanya memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut: selalu merasa benar dalam segala hal, tidak mau disalahkan, selalu mencari kambing hitam dalam setiap permasalahan, kurang bisa bekerja sama, dan sikapnya kurang membumi.  Lha terus gimana caranya tau sifat asli si Manusia Setengah Dewa ini? Well, karakter aslinya ini biasanya akan muncul ke permukaan ketika berhadapan dengan masalah yang melibatkan banyak orang. Bukannya solusi pemecahan masalah yang dicari, tetapi orang ini akan sibuk mencari kambing hitam yang bisa disalahkan dan yang pasti akan mencari pembelaan, justifikasi yang membenarkan tindakannya tersebut. Apalagi jika ditambah yang bersangkutan ditegur oleh junior yang lebih muda. Bertambah murkalah beliau ini, dipikirnya anak muda yang menegur orang tua itu melanggar norma sopan santun. SARU! PAMALI! ORA ILOK! Hadewww padahal mungkin sebenarnya harga dirinya sendiri yang tersentil karena tidak terima diberi masukan oleh yang lebih muda.

Lha terus bagaimana dong cara beradaptasi dengan orang-orang seperti ini? Jika kita berada di posisi di bawah, terutama dari segi usia dan dari pengalaman bekerja? Mungkin beberapa tips di bawah ini bisa dilakukan.

Pertama, kenali dengan baik masing-masing karakter rekan kerja maupun atasan. Bagi para pemula atau pendatang baru di lingkungan kantor yang baru, baiknya lebih banyak menjadi pendengar atau penonton dulu. Amati baik-baik situasi kantor, suasana hati dan pahami baik-baik sifat dari karakter rekan-rekan kerja anda. Gunakan kata-kata seperlunya dan berkomunikasi sewajarnya saja. Intinya hindari gesekan yang menimbulkan konflik dengan para penghuni kantor. YHA!

Kedua, jika terpaksa anda harus berhadapan dengan si “Manusia Setengah Dewa” secara langsung. Sebisa mungkin pergunakanlah bahasa yang santun dan tertata, jangan sampai terbawa emosi dan nada bicara ikut meninggi karena menimpali si trouble maker tersebut. Usahakan tetap berkepala dingin sambil memikirkan kata-kata yang baik untuk mengungkapkan isi hati.

Ketiga, jika sudah berusaha bertutur kata dengan baik namun tetap saja membuat si keturunan Dewa tersebut tersinggung dan terusik harga dirinya, jalan terakhir adalah berusaha mengalah. Toh, mengalah bukan berarti kalah kan? Biarkah dia terus mengoceh mencari sejuta pembelaan, pembenaran bahkan seribu kambing hitam. Usahakan tetap mendengarkan dan diam, tidak perlu mendebat jika sudah dalam kondisi genting seperti ini. Suasana hanya akan bertambah keruh jika kita menjawab atau membantah kembali pernyataan-pernyataan yang absurd dari beliau. Cukup dengarkan, angguk-anggukkan kepala dan sunggingkan sedikit senyum di ujung bibir anda.

Keempat, berdoa! Jika masalah masih tetap berlanjut dan khawatir nama kita akan tercemar, beranikanlah untuk bercerita dengan atasan anda. Ceritakanlah baik-baik kronologi kejadian dan peristiwa yang terjadi.

the last but not least, yo wes MENENGO ae ben cepet rampung masalahe. Catet yow hahahaha

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho.
Yang artinya: Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

 

**sorreeyy yak manteman, postingan ini sebesarnya curcol abiss! HAHAHAHA, yang senasib CUNG!

*Buat siapapun (saya juga) udahlah g usah merasa paling di atas angin, wong kita ini sebenarnya cuma remah2 debu di jagad kosmik ini kok. Apa sih yang mau disombongin?

Published in life as lecturer My thought Uncategorized

9 Comments

  1. Deni Deni

    Wah lha iki,curahan hatine bu intan kie…
    Di setiap dunia kerja mesti ada kwi manusia setengag dewa, tak pikir ak dulu juga gak akan ketemu orang seperti itu di dunia pendidikan lha kok jebule yo okeh, betul kwi jeng jurus jitunya yo cuma ngalah wae drpada kedowo dowo masalahe, tp ingat manusia jg punya batas kesabaran,..😄👍

    • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

      Bauahahaha tauk aje lu jeng, iyow lah kudu sabar terus sing dowo ususe jembar segarane haha

  2. Wkwkwkk.. Sabar ya mbak.. Itu ada dimana2 mbak.. Suami q jg kdg cerita kalo temennya ada yg marmos gitu.. Tp mungkin krn cowok ya jd ga lama bapernya.. Nek ky q gini mesti suwiiii bapernya..
    Tp ncen yg paling aman ga usah cari gara2 sm manusia setengah dewa.. Mending lbh banyak bergaul sm yg pure manusia aja.. Wkwkwkwk.. 😄😄 Semangaattt mbak intaannn..

    • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

      Hahaa apaan marmos? Wkkk istilah anyar iki..

      Iyalah masih banyak yang baik hati kok sante wae xixi

  3. Waaahh i wonder who is the person? Ttp semangat mbak intan..gak usah diambil hati kayak gitu mbak, daripada kita yang baper gak ada ujung kan. Hihi..

    • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

      Out of the record pokoke san, dia yang Namanya Tak Boleh Disebut wkkk yoi betul san q ga bakal ambil ati lah yauuw paling tak tulis dblog aja haha

      • Hehehe sip kalo gitu mbak.. 😁😁😁 curhat jadi tulisan kan lebih keren, ya kan mbak?😄

        • intan rawit sapanti intan rawit sapanti

          iyesss saaan hahaha ayo bikin blog juga doong hihi

          • Hihihi.. aku penasaran sama kelas ketik itu.nnt ah aku mau ikut jg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*