Skip to content →

Instagram and My Fake World; Time to Detox!

Saya adalah fans berat dan pengguna aktif Instagram sejak pertama kali sosial media ini diluncurkan, bahkan sebelum populer dan orang-orang ramai menggunakannya. Saya sudah kesengsem dan memutuskan untuk ‘hijrah’ dari facebook untuk lebih aktif di instagram. Semua update tentang aktivitas, foto jalan-jalan atau kuliner semua saya pajang di galeri IG. Tapi setelah saya lihat-lihat lagi kok semakin kesini ekspektasi saya semakin tinggi ya sama IG. Saya cuma mau mengunggah foto-foto yang keren, selfi yang cantik, review makanan atau tempat-tempat kece dan parahnya saya haus akan apresiasi dari teman-teman atau followers saya. Image yang saya tampilkan bagus banget lah, cantik rajin, semangat, rutin olahraga, makan sehat, jalan-jalan terus. Padahal aslinya?? Hahaha ga gitu juga sih, ga mesti juga hari ini saya upload sepedaan tapi kenyataannya pas upload cuma malas-malas dan mager doang di kasur, tapi saya pengen orang-orang mikir saya lagi olahraga! Pun dengan makanan, saya suka mengunggah foto-foto makanan sehat, eat clean, eeh kenyataannya masih makan gorengan, mie, roti minum coklat dan es teh. Tapi setidaknya image saya bagus di mata orang-orang.   Whatss? Iya emang sudah separah itu saya. Fiuh

Nah lo!

Time to Instagram Detoks!

Sesaat sebelum menulis postingan ini, saya baru saja meng-uninstall applikasi Instagram di hape saya. Well, impulsif aja sih sebenarnya karena saya merasa waktu dan tenaga saya banyak tersedot percuma di sosial media ini. Saya pikir ini saat yang tepat untuk memulai detoks dan mengatur kembali ritme bersosial media. *Kalau facebook alhamdulillah sudah sakses move on yak, twitter ga pernah buka, path ga punya, line sudah uninstall.

Gimana nggak, bangun tidur yang dibuka pertama kali instagram, scrol-scrol timeline terus cek-cek instastory orang-orang tau-tau 30 menit aja. Ini masih mending biasanya nyampe sejam kalau lagi selow. Biasanya kalau ada ngajar sih siangnya ga main IG, tapi pasti kalau istirahat ada jeda ya buka instagram lagi. Entah liatin foto orang-orang, cuplikan drama korea, atau meme-meme lucu yang bikin ngakak. Sore habis tidur siang juga buka lagi instagram, trus malam sebelum tidur juga wajib ain scrol-scrol lagi. Belum kalau seharian itu ada pergi kemana atau habis makan apa, hmm dijamin bakalan galau milih foto mana yang oke untuk diunggah. Belum ngeditnya biar menarique kalau dipajang, belum mikirin captionnya! Nulis caption ga boleh sembarang nih, kudu penuh inspirasi dan berfaedah biar kasih manfaat ke orang yang lihat. No ngeluh-ngeluh juga yes, harus selalu nyebar positive vibes. Yungalah…

Kalau lagi ikut apa atau bahkan di rumah lagi main sama anak juga dikit-dikit di-instastory-in semacam wajib lapor gitu sama IG. Tengah malam kebangun juga ngulik Instagram lagi, tuhlah bisa dihitung berapa ratus menit yang telah terbuang sia-sia. Hitung saja sekali main 30 menit dikalikan 7 kali = 210 menit waktu habis dan terbuang percuma.

Waktu yang harusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya misal persiapan ngajar, menulis buku, update blog, memasak atau bermain dengan anak. Mau masak cari resep dulu di IG, lalu pas masak masih sempat instastory, habis masak masih sempat-sempatnya jeprat-jepret hasil masakan. Lanjut ke milih foto, editing dan upload.

Duh gusti, apa iya mau gitu terus? Ayolah take a break please!

Emang iya saya dapat banyak benefit dari IG yang positif, misalnya bantu promoin penjualan buku pertama saya, Nihao Nanning, ilmu dan inspirasi baru tentang memasak atau cooking, sampai spoiler drama korea. Bagusnya sih kalau bisa memanage berapa jam sehari main IG misal cukup 30 menit saja waktu mau tidur.

TAPI….

TERNYATA TYDACK BISA!

Semakin aku scrol, semakin melebar kemana-mana dan semakin terbuai dengan biusnya si IG inih. Tidaaaaaaaaaaaackkk!

Addicted to Instagram

Yaiya siapa juga yang ga senang, Instagram juga sumber endorfin. Upload foto banyak yang like, hati berbunga-bunga apalagi sampai banyak yang komen atau ada notif tambahan follower. Dikit-dikit jadi buka notif, cek lagi cek lagi. Problemnya kalau udah capek-capek pilih sama edit foto, mikir keras buat nulis kepsyen, eh yang like dikit, yang komen ga ada. Wah bisa hampa hati berasa ada yang kurang memuaskan. Sepertinya saya harus sudah saatnya mengamini kalau IG memang membawa dampak buruk bagi kesehatan mental saya.

Mungkin seperti ini ritmenya

Bangun tidur — cek notif dan scrol timeline

Lagi masak and habis masak  — jepret-jepret upload instagram

Lagi be*l — instagraman juga (scrol-scrol drama korea or stalking oppa-oppa)

Lagi break ngajar — ngecek notif instagram

Lagi olahraga/jalan-jalan/kulineran — jeprat-jepret, edit, tulis caption, upload! Tambah lagi instastory

Sore hari — ngecek notif

Malam hari — scrol timeline, liat instastory, komen-komen di IG teman

Duileeh buk! Capek sudah! Selebgram bukan, selebblog juga kagak, ngapain sih terlalu ngoyo gitu eksis di Instagram?

Lha katanya mau personal branding buk?

Iya siiiih, tetapi sepertinya akuh belum siap untuk branding di Instagram. Sepertinya harus berkarya dulu di dunia nyata dan selesaikan PeEr yang harus dikerjakan (laporan penelitian, nulis buku, rutin update blog, kerjaan di prodi, dsb dsb) nanti kalau udah bisa atur waktu baru deh eksis lagi di IG

Dear Instagram, kita break dulu yaaa….

Sampai kapan? Hmm doakan yah semoga bisa bertahan lama komitmennya. Mungkin sampai saya merasa di titik ketika saya tidak merasa ketergantungan dengan Instagram dan Hape saya

Its okay to do make up and not take a selfie, post it in IG.

Its okay to travel, to eat fancy food but its not a must to post it on IG

Its okay to do some sports but not a compulsory to have it on instastory

Intinya adalah tidak semua yang kita lakukan, kita makan, kita baca,kita cium baunya, kita sentuh, kita lihat itu harus semua didokumentasikan dan diposting di Instagram. Just try to keep it in our memory or just share it with your beloved one. That will be more than enough!

I’ll try to engage more into my real life. Be present to my family. Just Be ‘there’ when I talk to my friends and not busy instagramming and playing my phone.

It may take couple of days, weeks or year maybe?
IDK

 

Regards,

Your desperate followers

 

Published in My thought Precious moment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*