Skip to content →

Bosan Belajar di Kelas? Outing Class aja!

Duh kurang cihui apa ya aku sebagai dosen, di tengah deadline ini itu yang menumpuk dan mencekik minta segera diselesaikan kok ya masih sempat-sempatnya ngajakin mahasiswa jalan-jalan.

Well, sebenarnya belum ada aturan baku sih tentang outing class ini. Nanti presensinya gimana, kalau ada biaya yang dikeluarin gimana *seringnya bayar pake duitq sendiri misal perlu pakai jasa guide. Tiket masuk sih anak-anak bayar sendiri yah.

Di UAD sendiri outing class sudah biasa banget di program Darmasiswa. Malah kita dianjurkan untuk ajak anak-anak keluar kampus. Yaa biar dapat insight dan terjun langsung di masyarakat supaya bisa berinteraksi langsung dengan orang lokal. Bagus sih tujuannya supaya bahasa Indonesia mereka semakin bagus.

Tapiiii outing class ini belum lazim untuk anak-anak reguler lokal. Kayaknya belum ada dosen lain yang ngajak jalan-jalan sebagai pengganti kuliah di kampus. But, it doesn’t matter for me. Justru aku yang akan mempopulerkan kalau belum ada yang berani memulai. Hohooo…

Memang tidak hanya jalan-jalan yaa, ada tugas observasi atau wawancara di lokasi. Minimal mereka bisa buat laporan or tugas sesuai dengan tujuan pembelajaran di RPS.

Untungnya kami tinggal di Yogyakarta, tempat destinasi wisata dan budaya seluruh Indonesia. Jadi pilihannya banyak! Mulai dari Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Museum Benteng Vrederburgh, Museum Dirgantara, atau bisa ke kotagede melihat bekas kejayaan kerajaan Mataram Islam.

Rata-rata tempat yang saya pilih sebagai destinasi outing class sih yang bernilai sejarah atau budaya. Jadi anak-anak lokal yang berasal dari luar Jawa pun bisa dapat tambahan insight entah sejarah atau budaya Jogja langsung dari sumbernya.

Nah ini foto masih fresh from the oven ya, kemarin saya ajak mahasiswa 2+2 program Joint Degree ke workshop HS Silver untuk melihat proses pembuatan Kerajinan Perak trus ke pabrik cokelat Monggo di Kotagede.

Di sini dijelaskan oleh kakak pemandu proses pembuatannya dari A sampai Z dan melihat langsung para pekerja membuat peraknya. Anak-anak pun jadi paham mengapa harganya bisa mahal selangit, karena semuanya handmade dan dibuat penuh dengan ketelitian tingkat tinggi. Eh, baru kelas ini lho yang habis liat workshop trus pada borong silvernya! Hahaa berasa tourist guide nih saya. Harusnya dapat persenan yaa dari tokonya, wkkk๐Ÿ˜„

The silverworks

Coba tebak harganya berapa? Hmm yang jelas bisa buat beli motor baru dua biji๐Ÿ˜‚ yang harganya 90jt juga ada lho *kejang2 langsung. Well sebenarnya ga mahal ya karena emang tingkat kesulitan dan proses pembuatannya pasti lama.

Next Destination

Sebenarnya di Kotagede banyak banget tempat bersejarah, ada masjid kotagede, ada kompleks pemakaman raja-raja, masjid perak, pemukiman kotagede yang unik daan pabrik cokelat Monggo.

Nah, kemarin kami putuskan untuk ke pabrik dan toko Monggo untuk melihat langsung proses pembuatannya. Sayang, sampai sana tidak disediakan pemandu karena kami belum reservasi dulu. Tapi its okay! Semua informasi tentang sejarah cokelat sampai sejarah cokelat Monggo ada lengkap dalam bentuk buku dan juga poster yang dipajang di dinding.

Tempatnya cakeeeppp! Kece parah, bisa buat nongkrong juga lho di sini.

Cokelatnya bikin melting yaa, duh tapi harganya bikin melting isi dompet juga kayaknya. Hahaha *berharap ada yang ngasih *halu tingkat dewa๐Ÿ˜‚

Hmmmm kali ini saya yang borong cokelatnya. Kebetulan kemarin ada acara workshop dengan mengundang pembicara dari Solo jadi sekalian beli paket coklat buat bingkisan.

Bonus lain dari outing class : tambah dekat sama anak-anak๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Gimanaaa, seru kaan? Mahasiswa senang dosen pun ikut riang๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Sekian dulu yak catatan perjalanan outing classnya, next aku sambung lagi ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

With love,

Intan

Published in Uncategorized

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*