Skip to content →

Kemanakah perginya Intan yang dulu?

Ke mana perginya aku yang dulu ya?

Aku si perfeksionis yang selalu bersemangat mengejar mimpi-mimpiku

Aku yang bercita-cita mengubah dunia menjadi lebih baik

Aku yang ingin merangkul anak-anak jalanan, anak-anak telantar, dan anak-anak yang tak mampu mengeyam pendidikan layak

Aku yang ingin punya yayasan sosial

Aku yang pengen punya rumah pintar sebagai tempat bermain dan belajar anak-anak

Aku yang selalu rajin mempelajari hal baru

Aku yang tidak pernah luput membuat to-do-list setiap hari dan melakukan evaluasi in the end of the day

Aku yang suka adrenalin dan tantangan?

Tok…tok…tok? Where did U go?

Hmmmm….sebenarnya kalau dilihat dari luar aku masih sama seperti dulu, aku masih ceria dan selalu bersemangat. But, i realize emang semakin ke sini semakin sans ajah. Entah ke mana perginya si Intan yang selalu perfekto dan selalu berusaha maksimal.

Yoweslah gimana lagi…santai aja…yang penting udah berusaha…

Dulu aku benci banget kata-kata itu kesannya kok g mau berusaha lebih keras lagi. Sekarang? Hahaa mungkin aku yang sekarang lebih menghargai diriku sendiri untuk ga bekerja terlalu keras yah. Makanya pencapaianku selow dan menurun dibanding waktu mahasiswa dulu.

Kalau mau buat excuse sih panjang yaa, ada aja lah bisa buat alasan. Udah emak-emaklah, udah punya anak dua lah, kudu urus ini itu di rumah, urus suami lagi kan…bla bla bla and the list goes on…

Sebenarnya ya di rumah juga santai-santai, malah seringnya g ngapa2in juga. Nah, ketemu kan jawabannya? Siapakah diaaa…eng ing eng, sesosok makhluk berawalan hurus M dan diakhiri dengan huruf S alias si MALAS!!

Jiahahaa…kenapa bisa didera rasa malas hayo? Maybe karena udah terlalu nyaman yaa, apa lagi sih yang dicari? Urus rumah tangga sendiri aja udah rempong udahlah ga usah urusin yang lain-lain.

Nahhh gimana nih, apa kabar cita-cita punya yayasan, apa kabar rumah pintar? Katanya mau keliling dunia? Mau jadi penulis? Mau jadi dosen berprestasi? Mana nih yang dulu suka ikut kompetisi? Ikut komunitas? Mana nih kontribusi ke society?

Boro-boro mikir yang lain yaaa, pulang kerja cuma pengen leyeh-leyeh di rumah dan main sama anak-anak or skrol IG kalau anak-anak udah pada tidur.

Duh susah emang, coba kita tanya sahabat netizen, ngerasa ga sih yang udah emak-emak trus menurun perfomanya? Ya dari visi misi, cita-cita dan prestasi ga sekuat dulu? Kok udah stuck gini-gini aja yah…

Ada tips ga yahh biar semangat lagi?

Masih bolehkah emak-emak punya cita-cita menaklukan dunia?

Hmmm mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang 😛

Published in CurhatsCurhits My thought

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*