Skip to content →

Emak-emak dan Drama Korea

Jika saja ada penyematan gelar superhero di dunia nyata ini, maka gelar tersebut layak disandang oleh para perempuan yang berstatus sebagai emak-emak atau ibu-ibu. Mereka adalah makhluk luar biasa berkekuatan super yang dengan segala keterbatasannya bisa menyelesaikan berbagai macam pekerjaan dan persoalan dengan sigap, tangkas dan tuntas!

Namun apakah dengan begitu mereka juga dapat disebut sebagai makhluk sempurna?

Bisa jadi ya atau sebaliknya. Dengan segala rentetan tuntutan pekerjaan yang berat setiap harinya di rumah layaknya bertempur di medan perang dan sedikitnya kesempatan untuk refreshing membuat mereka rawan dengan penyakit kejiwaan. Apakah penyakit tersebut? Yup, stress atau tekanan jiwa; cikal bakal dan sumber dari segala penyakit. Terlebih lagi tidak banyak ibu rumah tangga yang memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukan kegiatan pelepas stress seperti melakukan perawatan di salon, berbelanja, jalan-jalan atau bahkan sekedar berolahraga. Anak-anak harus selalu ditemani, rumah tidak bisa ditinggal dan terkadang kondisi finansial sedang tidak memungkinkan.

Jadi kira-kira solusi apa yang termudah dan terjangkau bagi mereka?

Ya tepat sekali, menonton drama korea bisa jadi salah satu penyelesaian terbaik secara waktu, finansial dan kesempatan. Survey yang dilakukan oleh tim riset Tirto tentang drama Korea kegemaran masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas penonton berasal dari kalangan wanita sebesar 85,17 persen. Lebih lanjut riset ini mengungkapkan bahwa 50 persen menonton sebelum tidur. Sebanyak 80,17 persen menyukai drama korea karena alur ceritanya, 31,56 karena visual pemainnya dan alasan lainnya adalah sinematografi, mengenal kebudayaan korea, variatif, moral value dan fashion para pemain.

Riset tersebut dapat mendukung bahwa menonton drama korea sebelum tidur dapat mengurangi tingkat kejenuhan dan tekanan jiwa bagi para wanita yang menyandang status sebagai ibu-ibu atau emak-emak. Di satu sisi mereka akan mendapatkan hiburan yang menyegarkan dengan menonton drama yang memiliki alur cerita yang menarik sekaligus diberikan bonus visual para pemainnya yang tentu saja sangat memikat hati.

Selain mengurangi tingkat kejenuhan, emak-emak yang menonton drama Korea juga dapat mempelajari pengetahuan yang baru. Sebagai contoh drama Pasta, Kimchi Family, Gourmet, Sensory Couple, Oh My Ghostess, Baker King Kim Tak Gu, , drama berlatar belakang dunia kuliner ini dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan baru dalam bidang memasak yang jika diterapkan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga.

Selain itu, drama korea bergenre medical seperti: Doctor Stranger, Emergency Couple, Faith, It’s Okay That’s Love, Descendent of the Sun, Doctors dll dapat memberi pengetahuan baru tentang dunia medis dan kedokteran. Setidaknya bermanfaat bagi para ibu-ibu untuk bertindak sigap ketika ada musibah kecil atau besar yang tak diinginkan dalam rumah tangga.

Nostalgia dengan kenangan masa lalu yang manis tentunya akan menjadi pemantik kebahagiaan bagi para wanita. Dengan menonton drama korea berlatar sekolah dan cinta pertama seperti Dream High, Naughty Kiss, School 2013, The Heirs, Reply 1997, To the Beautiful You pasti akan membawa kembali memori masa remaja yang manis dan penuh kebebasan yang akan membuat emak-emak tersenyum sambil tersipu malu.

Berhenti sejenak dari rutinitas yang membosankan dan melelahkan, menikmati waktu sendiri, dan melakukan hal-hal yang disukai adalah cara dari para perempuan untuk  membahagiakan dirinya sendiri. Jika hatinya bahagia, maka moodnya akan baik lalu kata-kata yang keluar tentunya kata-kata manis bukannya omelan tiada henti. Perilaku kasih sayang akan ditunjukkan oleh seorang ibu yang bahagia. Walau memang ada beragam cara untuk melakukannya sesuai minat dan kesempatan masing-masing, tapi menonton drama Korea dapat menjadi ONE STOP SOLUTION bagi kawula ibu-ibu. Tidak usah takut dibilang alay, lebay dan kekanak-kanakan ketika menangis atau tertawa terbahak-bahak saat menonton drama Korea. Keluarkanlah segala macam beban dan emosi negative  dengan tangisan dan tertawa lepas.

Namun di sisi lain, menonton drama Korea juga dapat mengakibatkan candu atau ketergantungan yang parah bagi para penggemarnya. Tentu saja segala sesuatu yang berlebihan akan memberikan efek yang kurang baik, misalnya terlalu banyak menonton drama  sampai mengorbankan waktu istirahat malam hari.

Dalam dunia per-drama-an Korea sendiri, terbagi menjadi dua kubu yaitu kubu ON GOING dan kubu MARATHON. Kubu yang pertama hanya akan menonton drama sesuai jam tayang di channel TV Korea per episod, sedangkan tipe yang kedua mereka akan menunggu sampai selesai seluruh episode baru akan ‘menghajarnya’ dengan menontonnya sekaligus dalam satu waktu. Tentunya kebiasaan tipe kedua ini yang cenderung berpotensi mendatangkan efek negatif karena menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menonton drama. Efek negative tersebut pastinya dapat mengganggu jadwal kegiatan lain yang menjadi terbengkalai, tubuh diabaikan hak untuk beristirahatnya, mata akan pedih karena terus-menerus melihat layar laptop atau komputer. Hal ini akan berakibat fatal jika dilakukan terus-menerus terutama oleh para ibu rumah tangga. Dengan demikian managemen waktu dan penentuan prioritas sangat penting diterapkan jika tidak ingin hal-hal pokok terbengkalai.

At last but not least, untuk semua ibu-ibu di luar sana, berbahagialah! Di tangan dan hati kalianlah kebahagiaan seluruh keluarga berasal. Sekali lagi, jangan lupa berbahagia dengan menyempatkan diri menonton drama Korea. Teteuup…hahaha…

Hwaitiiing!

Published in Uncategorized

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*