Skip to content →

ABLI

“Loh, Bib, laptop kamu kenapa layarnya?” tanyaku sambil menyipitkan mata memandang layar laptopnya yang hampir retak terbagi dua.

“Iya nih, Bu. Dulu sempat kedudukan, ga ngerti saya ada laptop disitu tau-tau tak dudukin. Retak deh layarnya.” ujar Habib sambil mengetik naskah yang kuminta di laptop yang layarnya sudah retak. Untung masih bisa dipakai untuk mengetik dan mengerjakan skripsi.

Keesokan harinya, lappy merah itu sudah berubah warna menjadi hitam. Kami semua heran dan bertanya apakah laptopnya baru? Oh tentu saja tidak, ternyata laptop merah Habib sudah tidak bisa dinyalakan lagi dan dia meminjam laptop temannya. Fiuuh…byebye merah mungkin kamu minta istirhat dulu untuk sementara setelah melayani tuannya bertahun-tahun sejak masa SMA. Biarkan aku memejamkan mata sejenak yaa…

Lupakan si merah yang sedang dalam keadaan sekarat dan sekarang berada di pusat service untuk dipulihkan keadaannya. Namun, ternyata laptop merah itu mengirimkan sinyal kepada lappy hitam kecil milik Wahyu, yang setiap hari berhadap-hadapan. Mungkin kalau diterjemahkan ke bahasa manusia, dialognya bisa jadi seperti ini

“Hei, kamu si kecil item!”

“Eh, siapa yang ngomong? Enak sekali kamu nyebut aku kecil item! Awas aja kalau bilang saya jelek, tak sobek-sobek kamu!” si hitam ketus

“Ehhh jangan marah duluuu, sensi amat. Mau PMS po? Hahaha, gini-gini… aku mau ngajak ngomong baik-baik ni lhoo..” bujuk si merah

“Yawda buruan, mau ngomong apa. Aku sibuk banget nih, bentar lagi tuanku datang dan mau ngetik naskah-naskah penting”

“Itu diaaa, coba kamu pikir, udah berapa lama kamu kerja sama tuanmu? Setahun? Dua tahun? Ohohoo pasti lebih kan, coba kamu ingat-ingat lagi. Satu hari berapa jam kamu bekerja? Berapa jam kamu harus mengerahkan energimu? Hahahaha pikir baik-baik” si merah tersenyum sinis.

“Hmmm mungkin sudah lebih dari 5 tahun aku bersama tuanku. Ya memang kenapa? Aku suka sama tuanku. Aku selalu disayang-sayang kok! Emang apa salahnya?” ujar si hitam polos.

“Nahh, coba kamu pikirkan dirimu sendiri. Kapan kamu beristirahat dengan tenang? Kapan kamu seharian bisa santai-santai tanpa harus bekerja? Usai dipakai bekerja, kita masih juga harus melayani Tuan-tuan kita untuk menghibur mereka, bukan? Nonton lah, dengerin musik lah, kadang sampai larut atau bahkan pagi hari bukan?” si merah penuh emosi meluap-luap

“Hmmmm iya juga siiih….” si hitam mulai bimbang. Mulai berpikir kapan terakhir kali dia bisa bersantai dan beristirahat. Lupa-lupa ingat, mungkin sudah lama sekali. Bahkan tak hanya tuannya yang harus dia ladeni, tetapi kerabat-kerabatnya terutama keponakan kecilnya yang selalu merengek-rengek minta disetelkan youtube atau film kartun kesukaannya. Bahkan hari Minggu pun aku tidak bisa istirahat dengan damai.

“Nahhh, iya kan? Betul kataku. Ayo kita bersatu dan menuntut hak kita. Keadilan harus ditegakkan dong! Laptop juga punya hati, harus dimanusiakan! Jangan mau kita ditindas 24 jam sehari selama 365 hari dalam setahun. Manusia pikir kita tidak punya batas apa? Hahaha….kamu mau kita mati begitu saja karena kelelahan lalu lenyap dari muka bumi ini?” seru si merah berapi-api.

“Aku pikir omonganmu ada benarnya juga, jadi apa rencanamu selanjutnya, Merah?

“Nah, aku akan melancarkan serangan ngambek sama Tuanku. Lihat saja, hahaha. Ingat kata-kataku, kita harus menuntut hak kita! Ingat kata-kataku ini LAPTOP BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!! Oke, sampai jumpa kawanku!

Si hitam terdiam dan merenungkan kembali kata-kata si merah, meskipun dia tetap melayani tuannya dengan sukacita.

….

Inilah awal dari ABLI (Aliansi Buruh Laptop Indonesia) yang dicetuskan pertama kali oleh laptop merahnya Habib. Awal-awal dia hanya memprovokasi laptop milik Wahyu, si hitam.

Selang berapa minggu kemudian…

Biiiibbbbb….biiiibbb….biiiibbb

Suara aneh tetiba terdengar dari laptop si Wahyu. “Aduuuhh kenapa lagi ini laptopku?” ujar Wahyu sembari kebingungan menghadapi laptopnya yang mulai ngadat. “Lhooo…kok ngetik sendiri ini…waaaaa tidaaaaakk…”

Si hitam mengembangkan senyum sinisnya dan tertawa jahat. Hahahaha….rasakan pembalasanku! Dia telah memulai melancarkan serangan kepada tuannya, menabuh genderang perang menyusul jejak si merah. Sayup-sayup terdengar teriakan “LAPTOP BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN”

To be continued

Published in Uncategorized

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*