Skip to content →

Category: Family trip

Tips dan trik berfoto di dalam air [Karimun Escape]

come to mama šŸ˜›

Heloooowww travelmania!

Apa kabarnya ini, semoga sehat selalu yah jadi bisa berwisata ke tempat-tempat favorit. Kali ini saya akan sharing tentang underwater photography. Jiahh gayanya udah kayak fotografer profesional aja lu tan! Eh tapi bener lho, harus tau tips and triknya biar foto kita jadi bagus pas di dalam air. Yuks langsung ajah disimak tips-tips berikut inih

Leave a Comment

Wisata Sejarah Keluarga Kusuma ke situs Candi Ijo

ā€œPak, mamak bete nih! Jalan-jalan yok! ā€ ajak simamak

Emang dasarnya simamak ini suka jalan, maka kondisi agak lemes karena puasa di hari pertama dan juga teriknya matahari sedikitpun tak menghalangi keinginannya untuk round-round (istilah papa mertuaĀ  untuk jalan-jalan). Tujuannya kemana nih? tanya sibapak. ā€œCandi Ijo!ā€ jawab simamak mantap.

Mau tak mau sibapak pun menuruti kemauan simamak karena kalau tidak dituruti biasanya dicemberutin sehari semalam, haha! Okeeey lets goooo!

Lokasi Candi Ijo ini gampang sekali ditemukan, letaknya tak jauh dari kompleks candi Prambanan. Mengandalkan jurus andalan yang paling ampuh; tanya orang lokal! Akhirnya kami menemukan juga jalan menuju kesana. Daaan ternyata saya udah sering banget kesini untuk beberapa kali urusan kantor tapi ga nginget jalan waktu itu coz sama driver, hihi. Jadi ancer-ancernya dari Prambanan ada pertigaan ambil yang ke selatan lalu ikuti jalannya terus sampe ketemu rel kereta api masih luruuuus terus akhirnya ketemu per3an yang ada tanda papan iklan yang dipasang miring, nah ambil kiri. Masih lurus terus sampai ada pertigaan ambil kiri daaaan perjalanan masih panjang meeeenn.

Ternyata eh ternyata jalan nanjaknya ajiibbbb, tinggi bangettt cuuuy pantesan temenku bilang kalau ku perginya gowes ga bakalan kuat deh naik bukitnya. Usut punya usut si Candi Ijo ini ternyata dijuluki candi yang letaknya paling tinggi sejogja! Olala, ketinggian Gumuk Ijo atau Bukit Hijau lokasi Candi Ijo ini 410 meter di atas laut. Hmmm bisa bayangin nanti pemandangannya bakalan super banget bisa liat Jogja dari atas bukit.

ā€œBuka jendelanya, ACnya tak matiinā€ ujar sibapak. Haha makluum motuba ā€“> mobil tua bangka šŸ˜› jadi kalau dibawa nanjak agak rempong. Kondisi jalan yang sempit dan berlubang cukup menyulitkan kami, akhirnya setelah melalui jalan tanjakan yang cukup lumayan sampailah kami ke kompleks Candi Ijo.

Terbayar sudah letih perjalanan kami melihat pemandangan ini, birunya langit,Ā  rindang dan hijaunya pepohonan daaan udara pegunungan yang masih sangat segar terbebas dari polusi.

simamak in action!

Cantik bangettt orangnya candinyaaa, situs candi Ijo yang terletakĀ  bukit kapur ini menempati 11 teras dengan ketinggian yang berbeda-beda yang membujur dari barat dan ketimur. Pada teras-teras tersebut ditempatkanlah 17 gugusan bangunan candi. Bangunan inti dari kompleks candi Ijo ini berada di teras paling atas yakni teras 11 yang dijumpai 1 buah candi induk dengan 3 buah candi perwara. Di halaman percandian teras 11 ini ditemukan 4 buah (seharusnya 8 buah) lingga semu yang terletak pada arah mata angin.

awass kabuuur

Siapa penemu candi ijo?

Candi Ijo pertama kali ditemukan tanpa sengaja oleh seorang administratus pabrik gula Sorogedug yang bernama H.E Doorepaal pada tahun 1886. Waktu itu ia sedang mencari lahan bagi penanaman tebu. Selang tiada lama, C.A Rosemeler juga mengunjungi Candi Ijo dan menemukan tiga buah arca batu. Tahun 1887, Dr.J.Groneman melakukan penggalian arkeologis di sumuran candi induk. Dari penggalian tersebut diperoleh lembaran emas bertulis, cincin emas serta beberapa jenis biji-bijian.

looh kok gedean Uways sama Candinya?

ā€œBtw jaman dulu orang bikin candi sebenarnya buat apa ya?ā€ tanya sibapak heran. ā€œMungkin untuk bersemediā€ jawab simamak sekenanya. Setelah sampe rumah dan gugling akhirnyaa dapat juga jawaban yang sangat memuaskan dari pertanyaan sibapak tadi dari link ini

saya ijin copas satu paragraph ya

An :Sebenarnya apa sih latar belakang orang zaman dahulu dalam membangun candi ?
Ā Ā Ā  Ark:Latar belakang candi dibangun adalah untuk Memuliakan orang yang meninggal atau sering disebut dengan didharmakan.Biasanya yang didharmakan adalah orang penting seperti raja,bangsawan,atau agamawan.Dalam tradisi Hindu Budha tidak mengenal tradisi penguburan,yang ada adalah pembakaran mayat yang kemudian abunya dilarung ke laut sebagai simbol terpisahnya roh dari unsur keduniawian yang selanjutnya akan menyatu dengan dewa yang dulu menitis pada seorang raja (mirip dengan konsep Avatar).Setelah melalui berbagai upacara,barulah didirkan candi untuk mendharamakan raja.Untuk candi Budha,
Ā Ā Ā Ā Ā Ā  Candi dibangun sebagai tempat pemujaan atau sebagai biara.Abu jenazah biasanya disimpan di stupa2 dekat candi.Ketika candi dibangun,tanah didirikanya sebuah candi dijadikan sebuah Sima atau tanah perdikan (tanah bebas pajak) melalui berbagai upacara.Penetapan Sima ini biasanya dicatat pada sebuah prasasti.Candi memiliki konsepsi yang jauh lebih rumit daripada bangunan2 pada masa kini,konsepsi sebuah candi meliputi :
1.Candi merupakan tiruan dari gunung suci,yaitu Mahameru dan Kailasa,jadi banyak sekali ornamen tumbuhan yang ada dalam sebuah candi.
2.Sebuah candi harus memiliki konsep geometri suci atau dalam tradisi India disebut Mandala.
3.Candi merupakan simbol dari rahim atau Grbagrha.
4.Candi merupakan pusat dari peziarahan.
5.Candi merupakan imitasi dari surga,makanya banyak relief bidadari pada sebuah candi.
6.Sebuah candi merupakan penghubung antara surga dengan bumi.

Next question yang muncul adalah, fungsi candi itu sebenarnya buat ngapain sih? seperti ditanyakan sama sibapak, ini dia penjelasannya (masih dari sumber yang ini

n :Terus apa saja fungsi dari sebuah candi ?
Ark:Macam2,mulai dari :

1. Candi Pemujaan: candi Hindu yang paling umum, dibangun untuk memuja dewa, dewi, atau bodhisatwa tertentu, contoh: candi Prambanan, candi Canggal, candi Sambisari, dan candi Ijo yang menyimpan lingga dan dipersembahkan utamanya untuk Siwa, candi Kalasan dibangun untuk memuliakan Dewi Tara, sedangkan candi Sewu untuk memuja Manjusri.

2. Candi Stupa: didirikan sebagai lambang Budha atau menyimpan relik buddhis, atau sarana ziarah agama Buddha. Secara tradisional stupa digunakan untuk menyimpan relikui buddhis seperti abu jenazah, kerangka, potongan kuku, rambut, atau gigi yang dipercaya milik Buddha Gautama, atau bhiksu Buddha terkemuka, atau keluarga kerajaan penganut Buddha. Beberapa stupa lainnya dibangun sebagai sarana ziarah dan ritual, contoh: candi Borobudur, candi Sumberawan, dan candi Muara Takus

3. Candi Pedharmaan: sama dengan kategori candi pribadi, yakni candi yang dibangun untuk memuliakan arwah raja atau tokoh penting yang telah meninggal. Candi ini kadang berfungsi sebagai candi pemujaan juga karena arwah raja yang telah meninggal seringkali dianggap bersatu dengan dewa perwujudannya, contoh: candi Belahan tempat Airlangga dicandikan, arca perwujudannya adalah sebagai Wishnu menunggang Garuda. Candi Simping di Blitar, tempat Raden Wijaya didharmakan sebagai dewa Harihara.

4.Candi Pertapaan: didirikan di lereng-lereng gunung tempat bertapa, contoh: candi-candi di lereng Gunung Penanggungan, kelompok candi Dieng dan candi Gedong Songo, serta Candi Liyangan di lereng timur Gunung Sundoro, diduga selain berfungsi sebagai pemujaan, juga merupakan tempat pertapaan sekaligus situs permukiman.

5. Candi Wihara: didirikan untuk tempat para biksu atau pendeta tinggal dan bersemadi, candi seperti ini memiliki fungsi sebagai permukiman atau asrama, contoh: candi Sari dan Plaosan

6. Candi Gerbang: didirikan sebagai gapura atau pintu masuk, contoh: gerbang di kompleks Ratu Boko, Bajang Ratu, Wringin Lawang, dan candi Plumbangan.

7. Candi Petirtaan: didirikan didekat sumber air atau di tengah kolam dan fungsinya sebagai pemandian, contoh: Petirtaan Belahan, Jalatunda, dan candi Tikus

lembu nandi si lembu suci

Kenalan sama si lembu Nandi yuk!

Waktu melihat ke dalam candi perwata, saya melihat di dalamnya ada tempat duduk dan juga patung lembu Nandi. Sudah sering dengar sih tapi belum begitu mengerti tentang si lembu ini. Akhirnya karena penasaran sama siapa sih sebenarnya si lembu Nandi ini, akhirnya ketemu juga jawaban yang memuaskan dari sumber ini yang menjelaskan dengan detail asal usul dan juga peranannya.

NandiĀ  adalah dewa yang pegang peran penting di dalamĀ  pantheon Hindu Perwujudannya bisa sebagai zoomorfis (binatang) yang disebut vrsabha putih. Nandi adalah wahana atau kendaraan Dewa Siwa, bersama dengan Mahakala bertugasĀ  menjagaĀ  pintu gerbang Surga Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Di dalam kitab purana Nandi atau Nandikeswara adalah sapi putih yang berbadan manusia dengan Ciri-ciri bertangan 4 (empat), dua tangan belakang memegang parasu (kapak) dan Murga, Mrga (kijang); sementara dua tangan yang lain dalam sikap aƱjalihastamudra atauĀ Ā  aƱjalimudra, yaitu sikap menyembah. Ia adalah pengikut setia Dewa Siwa.

Nandi lahir dari tubuh bagian sisi kanan Dewa WisnuĀ  dan menyerupai Dewa Siwa. Racun yang diminum Dewa Siwa keluar dari mulutnya dan jatuh ke tanah dan diminum oleh Nandi, Nandi adalah bentukĀ  theriomorphic Siwa. Oleh karena itu Nandi mendapat perhiasan/hiasanĀ  seperti arca independen (mandiri). Dalam bentuk antropomorfikĀ  adalah Nandisa, nama teman Siwa (Sivaduta). Ia sendiri melambangkan kesuburan. Sebelum aliran Siwa muncul di dalam agama Hindu telah ada penggambaran lembu jantan

Candi Utama

candi utama

Candi ini merupakan candi utama, disamping ketiga candi perwara atau candi kecil lainnya yang diduga untuk menyembah dewa Syiwa, Wishnu dan Brahma. Di tangga tampak dua relief Makara yakni hewan mitologi berkepala gajah dan berekor naga. Di dalam candi utama ini terdapat Lingga dan Yoni yang berukuran cukup besar.

Apa itu Lingga dan Yoni?

Lingga dan Yoni

Menurut sumber ini

Lingga melambangkan kesuburan karena berbentuk tegak, tinggi dan dikaitkan dengan penis dewa Siwa. Arca ini menjadi objek pemujaan atau sembahyang umat Hindu. Lingga juga melambangkan daya cipta dan kekuatan kaum laki-laki. Di hampir semua kuil, dewa Siwa ditampilkan dalam bentuk Lingga. Teori lain menyatakan Lingga melambangkan sifat tak terbatas dewa Siwa. Berlawanan dengan Lingga, Yoni melambangkan alat kelamin perempuan. Yoni melambangkan kursi kekuasaan seksual kaum perempuan. Dalam filsafat Hindu, Yoni adalah asal-usul kehidupan. Yoni juga dianggap sebagai lambang abstrak dewa Shakti dan Devi, daya cipta yang bergerak melalui seluruh alam semesta. Arca Lingga biasanya ditempatkan secara berdampingan dengan Yoni. Penyatuan Lingga dan Yoni melambangkan bentuk abstrak penciptaan. Yoni merupakan sumber segala yang ada, yang tanpa Lingga milik kaum laki-laki akan impoten dan tiada.

Waaaah kerennnn bangettttt, ini nih liburan asyik sambil belajar sejarah daaan tentunya ga konsumtif. Masuk situs candi Ijo ini tidak dikenakan biaya loh! Cuma nulis aja di buku tamu, yaa untuk parkirnya bayar sih 3 rebong. Ngirit banget kaan?

Simamak senang, anak pun riang

Sementara simamak asyik foto-foto, sibapak tidur-tiduran, eee si uways malah asyik ngomong sendiri bayangin dirinya lagi nyetir mobil, grengā€¦grengā€¦weeeeengggg ngebuuttt sambil lari kencang.

*edisi ngomong sendiri
sibapak boci *bobociang

Sibapak yang lagi lemes dan kecapekan nyetir pun dengan damainya legerengan alias tiduran di sisi candi utama yang teduh.

berubah!

Selain berimajinasi sebagai mobil, Uways juga sering bertingkah seolah dirinya robot yang lagi menghadapi musuh-musuhnya, berubah fungsi jadi mobil robot, nembakin senjata, duer duerr tembaaak tembaaak! Dan tentu saja masih sambil lari dengan speed super kencang.

Mana foto bertiganya?

ahaaa jangan harap deh, kalau udah kayak gini biasanya susah banget foto bareng. Sibapak yang males dipoto, si Uways sibuk lari sendiri ga mau dipoto, heheheā€¦

Simamak nggayaaa šŸ™‚

Oke deeeh sampai disini dulu cerita liburan kami. See? Liburan ga harus jauh dan mahal, yang penting happy dan bisa buat kita fresh kembali.

Salam travelmania,

Keluarga Kusuma

Leave a Comment